Software engineer yang sesekali berubah profesi menjadi Linux admin ketika server mulai bertingkah. Sehari-hari bergelut dengan kode, database, terminal, konfigurasi, dan error yang entah kenapa selalu muncul ketika semuanya sudah terasa aman. Modal utama saya adalah kopi, logika, dokumentasi, Stack Overflow, ChatGPT, dan kemampuan Googling yang ditempa oleh kerasnya dunia debugging. Di luar layar, saya memancing dengan optimisme penuh—meskipun hasilnya lebih sering berupa ketenangan daripada ikan.
Pelajari Laravel Validation untuk memvalidasi data form secara aman dan rapi, mulai dari rule dasar, Form Request, validasi file upload, validasi password dan email, custom message, conditional validation, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari.
Pelajari Eloquent Relationship di Laravel untuk menghubungkan data antar-model menggunakan relasi One to One, One to Many, dan Many to Many, lengkap dengan contoh migration, model, query, dan kesalahan umum.
Memahami Laravel Migration untuk membuat, mengubah, dan mengelola struktur database secara terstruktur, aman, dan mudah dilacak, lengkap dengan contoh perintah Artisan dan kesalahan yang sering terjadi.
Memahami cara kerja file .env di Laravel, bagaimana environment variable dibaca aplikasi, serta kesalahan umum yang sering menyebabkan konfigurasi database, cache, atau aplikasi tidak berjalan sesuai harapan.
Sebelum aplikasi Laravel dipindahkan ke VPS production, ada banyak konfigurasi yang perlu diperiksa. Checklist ini membahas hal penting mulai dari .env, database, APP_DEBUG, permission, cache, Queue, Scheduler, Redis, web server, SSL, hingga optimasi Laravel production.