Laravel Queue Worker di Ubuntu dengan Supervisor
Pelajari cara menjalankan Laravel Queue Worker di Ubuntu menggunakan Supervisor agar background job tetap berjalan, otomatis restart ketika berhenti, dan siap digunakan untuk environment production.
Software engineer yang sesekali berubah profesi menjadi Linux admin ketika server mulai bertingkah. Sehari-hari bergelut dengan kode, database, terminal, konfigurasi, dan error yang entah kenapa selalu muncul ketika semuanya sudah terasa aman. Modal utama saya adalah kopi, logika, dokumentasi, Stack Overflow, ChatGPT, dan kemampuan Googling yang ditempa oleh kerasnya dunia debugging. Di luar layar, saya memancing dengan optimisme penuh—meskipun hasilnya lebih sering berupa ketenangan daripada ikan.
Pelajari cara menjalankan Laravel Queue Worker di Ubuntu menggunakan Supervisor agar background job tetap berjalan, otomatis restart ketika berhenti, dan siap digunakan untuk environment production.
Laravel Scheduler memungkinkan aplikasi menjalankan task secara otomatis berdasarkan jadwal. Pelajari cara menggunakan Task Scheduling, Artisan Command, cron, hingga menggabungkannya dengan Laravel Queue dan Redis.
Laravel Queue memungkinkan proses berat dijalankan di background. Pelajari cara menggunakan Redis sebagai queue driver Laravel, membuat Job, dan menjalankan queue worker untuk pemula.
Pelajari cara menggunakan Redis di Laravel untuk cache dan session, mulai dari konfigurasi .env, koneksi Redis, hingga contoh implementasi Cache::remember().
Redis adalah in-memory data store yang sering digunakan dalam aplikasi Laravel sebagai cache, session store, queue backend, dan penyimpanan data sementara.