Sebelum aplikasi Laravel dipindahkan ke VPS production, ada banyak konfigurasi yang perlu diperiksa. Checklist ini membahas hal penting mulai dari .env, database, APP_DEBUG, permission, cache, Queue, Scheduler, Redis, web server, SSL, hingga optimasi Laravel production.
File .env merupakan bagian penting dalam konfigurasi aplikasi Laravel. Artikel ini membahas fungsi .env, perbedaan environment development dan production, penggunaan env() dan config(), konfigurasi database, Redis, APP_DEBUG, APP_KEY, hingga praktik aman saat deployment ke production.
Laravel Artisan Command memungkinkan developer membuat perintah CLI custom untuk menjalankan proses tertentu secara manual maupun otomatis. Panduan ini membahas cara membuat Artisan Command, menerima argument dan option, memproses database, menangani error, hingga menjalankannya melalui Laravel Scheduler.
Laravel Scheduler membutuhkan Cron agar task dapat berjalan otomatis di server. Panduan ini membahas konfigurasi Cron yang benar di Ubuntu, cara menguji schedule:run, memeriksa timezone, permission, PHP path, dan mengatasi Scheduler yang tidak berjalan.
Laravel Task Scheduling memungkinkan aplikasi menjalankan Command, Job, dan task secara otomatis berdasarkan jadwal. Pelajari cara membuat Scheduler, menentukan interval, menjalankannya di Ubuntu VPS, serta melakukan troubleshooting ketika scheduler tidak berjalan.
Laravel Queue Worker harus terus berjalan agar Job dapat diproses. Supervisor dapat menjaga Worker tetap aktif, melakukan restart otomatis ketika Worker berhenti, dan menjalankan Queue secara stabil di Ubuntu VPS.
Laravel Horizon tidak berjalan bisa disebabkan Redis bermasalah, konfigurasi tidak sesuai, Worker mati, Supervisor salah konfigurasi, atau environment production tidak terbaca. Panduan ini membahas cara mengecek dan memperbaiki Laravel Horizon di Ubuntu VPS.
Laravel Queue Database vs Redis: pelajari perbedaan performa, instalasi, monitoring, retry, skalabilitas, dan kapan sebaiknya menggunakan Database atau Redis.
Laravel Queue Job berjalan dua kali? Pelajari penyebab duplicate job, retry, timeout, worker, deployment, dan cara membuat Job idempotent agar aman diproses ulang.