Laravel API: Cara Membuat REST API dari Nol
Pelajari cara membuat Laravel REST API dari nol. Tutorial lengkap membahas instalasi Laravel, database, model, migration, controller, routing, CRUD, validasi, authentication, hingga pengujian API.
Pelajari cara membuat Laravel REST API dari nol. Tutorial lengkap membahas instalasi Laravel, database, model, migration, controller, routing, CRUD, validasi, authentication, hingga pengujian API.
Pelajari Laravel Validation untuk memvalidasi data form secara aman dan rapi, mulai dari rule dasar, Form Request, validasi file upload, validasi password dan email, custom message, conditional validation, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari.
Pelajari Eloquent Relationship di Laravel untuk menghubungkan data antar-model menggunakan relasi One to One, One to Many, dan Many to Many, lengkap dengan contoh migration, model, query, dan kesalahan umum.
Memahami Laravel Migration untuk membuat, mengubah, dan mengelola struktur database secara terstruktur, aman, dan mudah dilacak, lengkap dengan contoh perintah Artisan dan kesalahan yang sering terjadi.
Memahami cara kerja file .env di Laravel, bagaimana environment variable dibaca aplikasi, serta kesalahan umum yang sering menyebabkan konfigurasi database, cache, atau aplikasi tidak berjalan sesuai harapan.
Sebelum aplikasi Laravel dipindahkan ke VPS production, ada banyak konfigurasi yang perlu diperiksa. Checklist ini membahas hal penting mulai dari .env, database, APP_DEBUG, permission, cache, Queue, Scheduler, Redis, web server, SSL, hingga optimasi Laravel production.
File .env merupakan bagian penting dalam konfigurasi aplikasi Laravel. Artikel ini membahas fungsi .env, perbedaan environment development dan production, penggunaan env() dan config(), konfigurasi database, Redis, APP_DEBUG, APP_KEY, hingga praktik aman saat deployment ke production.
Laravel Artisan Command memungkinkan developer membuat perintah CLI custom untuk menjalankan proses tertentu secara manual maupun otomatis. Panduan ini membahas cara membuat Artisan Command, menerima argument dan option, memproses database, menangani error, hingga menjalankannya melalui Laravel Scheduler.
Laravel Scheduler membutuhkan Cron agar task dapat berjalan otomatis di server. Panduan ini membahas konfigurasi Cron yang benar di Ubuntu, cara menguji schedule:run, memeriksa timezone, permission, PHP path, dan mengatasi Scheduler yang tidak berjalan.
Laravel Task Scheduling memungkinkan aplikasi menjalankan Command, Job, dan task secara otomatis berdasarkan jadwal. Pelajari cara membuat Scheduler, menentukan interval, menjalankannya di Ubuntu VPS, serta melakukan troubleshooting ketika scheduler tidak berjalan.