Memahami Laravel Migration untuk membuat, mengubah, dan mengelola struktur database secara terstruktur, aman, dan mudah dilacak, lengkap dengan contoh perintah Artisan dan kesalahan yang sering terjadi.
Memahami cara kerja file .env di Laravel, bagaimana environment variable dibaca aplikasi, serta kesalahan umum yang sering menyebabkan konfigurasi database, cache, atau aplikasi tidak berjalan sesuai harapan.
File .env merupakan bagian penting dalam konfigurasi aplikasi Laravel. Artikel ini membahas fungsi .env, perbedaan environment development dan production, penggunaan env() dan config(), konfigurasi database, Redis, APP_DEBUG, APP_KEY, hingga praktik aman saat deployment ke production.
Laravel Artisan Command memungkinkan developer membuat perintah CLI custom untuk menjalankan proses tertentu secara manual maupun otomatis. Panduan ini membahas cara membuat Artisan Command, menerima argument dan option, memproses database, menangani error, hingga menjalankannya melalui Laravel Scheduler.
Laravel Horizon tidak berjalan bisa disebabkan Redis bermasalah, konfigurasi tidak sesuai, Worker mati, Supervisor salah konfigurasi, atau environment production tidak terbaca. Panduan ini membahas cara mengecek dan memperbaiki Laravel Horizon di Ubuntu VPS.
Laravel Queue Database vs Redis: pelajari perbedaan performa, instalasi, monitoring, retry, skalabilitas, dan kapan sebaiknya menggunakan Database atau Redis.
Laravel Queue Job berjalan dua kali? Pelajari penyebab duplicate job, retry, timeout, worker, deployment, dan cara membuat Job idempotent agar aman diproses ulang.
Laravel Queue memungkinkan task berat diproses di background tanpa membuat user menunggu terlalu lama. Pelajari cara membuat Job, menjalankan Queue Worker, menggunakan Redis, dan menangani job yang gagal.
Laravel Session dengan Redis cocok untuk aplikasi yang membutuhkan penyimpanan session cepat dan terpusat. Pelajari konfigurasi, penggunaan session, TTL, dan troubleshooting Redis.